Halo kalian,barisan berbagai zaman. setelah berapa lama beristirahat,akhirnya kini saya kembali berbagi materi filsafat. saya mempelajarinya dan ini lah selengkapnya!
Silogisme
Lalu silogisme dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1.Silogisme kategoris
Artinya : Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
Contohnya :
P-Q
Q-R
jadi , P-R.
Perbuatan terlarang itu dosa
berzinah adalah perbuatan terkarang
Maka , berzinah itu dosa.
-Silogisme Kategoris tunggal : mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S,P,M.
Bentuk-bentuk dari silogisme kategoris tunggal :
a. M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. Aturan : premis minor harus sebagai pengasan, sedang premis mayor bersifat umum.
Contohnya :
Setiap individu pernah makan (mayor)
Andi adalah individu (minor)
Maka , Andi pernah makan (simpulan)
b. M jadi P dalam premis mayor dan minor. Aturan : Salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum
Contohnya :
Semua serigala punya taring (mayor)
Domba tidak punya taring (minor)
Makan , serigala bukan domba (simpulan)
c. M Menjadi S dalam premis mayor dan minor. Aturan: premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular.
Contohnya :
Semua orang butuh makan (mayor)
Ada orang yang kurang mampu (minor)
Makan , sebagian orang yang kurang mampu butuh makan (simpulan)
d. M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. Aturan : premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat partikular.
Contohnya :
Futsal adalah aktivitas olahraga (mayor)
Semua olahraga mengandung resiko (minor)
Maka , sebagian yang mengandung resiko adalah futsal (simpulan)
-Silogisme Kategoris majemuk : bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
Jenis-jenis dari silogisme kategoris majemuk :
1.Epicherema
Silogisme yang salah satu/kedua premisnya disertai alasan.
Contohnya :
Semua emas adalah mahal, karena sukar pembuatannya dan pencariannya
emas 24 karat adalah emas yang baik, karena sukar untuk membuatnya.
Jadi, emas 24 karat adalah emas mahal.
2.Enthymema
Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. Salah satu premis/simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yang disingkat.
Contohnya :
(Versi singkat) Jiwa manusia adalah rohani. Jadi, tidak akan mati .
(Versi lengkap)
Yang rohani itu tidak akan dapat mati.
Jiwa manusia adalah rohani
Maka, jiwa manusia tidak akan dapat mati.
3.Polisilogisme
Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme lainnya.
Contohnya :
Seseorang yang menginginkan lebih dari yang dimiliki, merasa tidak puas.
Seorang yang rakus adalah seseorang yang menginginkan lebih dari yang dimiliki.
Jadi, seorang yang rakus merasa tidak puas
Seorang yang kikir merasa tidak puas. Budi adalah seorang yang kikir. Maka, Budi merasa tidak puas.
4.Sorites
Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
Contohnya :
Orang yang jago dalam olahraga, adalah orang yang rajin dalam latihan berolahraga.
Seorang yang rajin dalam latihan berolahraga , adalah seorang atlet.
Seorang atlet ,dapat mengharumkan nama bangsanya. Jadi, Orang yang jago dalam olahraga, dapat mengharumkan nama bangsanya.
FALLACIA
Klasifikasi kesesatan dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Kesesatan Formal
Pelanggaran terhadap kaidah logika.
Contohnya :
Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berawajah seram. Maka , semua pengamen adalah pendong.
2. Kesesatan Informal
Menyangkut kesesatan dalam bahasa. Misalkan kesesatan Diksi
Contohnya :
1.Menempatkan kata depan yang keliru
Kepada para hadirin sekalian , di persilahkan untuk maju kedepan.
Seharusnya kepadanya di hilangkan saja.
2.Mengacau posisi subjek atau predikat
Karena tidak mengerjakan PR, guru memarahi anak itu.
Seharusnya Karena anak itu tidak mengerjakan PR, guru memarahinya.
3.Ungkapan yang keliru
Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.
Seharusnya Minggu yang lalu , polisi berhasil meringkus pencuri kawakan itu.
4.Amfiboli(Sesat karena struktur kalimat bercabang)
Anto anak bu Lasma yang hilang ingatan itu kabur dari rumah.
5.Kesesatan aksen/prodi (sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan)
Misalkan ada aturan 'anda dilarang ganggu istri tetangga'. Nah pak budi bukan tetangga anda. Maka anda boleh mengganggu istrinya.
6.Kesesatan bentuk pembicaraan , sesat karena orang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain
Misalkan bersepeda artinya memakai sepeda , berpakaian artinya memakai pakaian , maka beristeri artinya memakai isteri.
7.Kesesatan aksiden yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki.
Misalkan sawo matang adalah warna . Orang Indonesia itu sawo matang . Maka, orang Indonesia adalah warna.
8.Kesesatan karena alasan yang salah : konklusi di tarik dari premis yang tak relevan.
Kesesatan presumsi
1. Generalisasi tergesa-gesa
Misalkan : Orang batak suaranya besar
2.Non Sequitur (belum tentu)
Misalkan : Memang beberapa hari lalu saya tidak lulus karena saya berdebat dengan dosen.
3.Analogi palsu
Misalkan : Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan peliharaan bahagia dengan membelai kepalanya dan memberi banyak makanan.
4.Penalaran melingkar(Petito principii)
Misalkan : Manusia selamat karena diselamatkan , ia diselamatkan karena ia selamat
5.Deduksi cacat
Misalkan : Barangsiapa suka memberikan sumbangan, maka dia pasti orang baik. Anto pasti orang baik.
6.Pikiran simplitis
Misalkan : Karena ia tidak beragama, maka pasti dia tidak bermoral.
Menghindari persoalan
1.Argumentum ad hominem
Misalkan : Jangan percaya apa yang dia katakan , karena dia mantan psk.
2.Argumentum ad populum
Misalkan : Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka partai Nasdem adalah partai masa depan kita
3.Argumentum ad misericordiam
Misalkan : Seorang terdakwa meminta keringanan hukuman karena mengaku punya banyak tanggungan
4.Argumentum ad baculum
Misalkan : Karena berbeda pendapat, suka meneror orang lain.
5.Argumentum ad auctoritatem
Misalkan : Mengutip pendepat Freud mengenai psikoanalisa
6.Argumentum ad ignorantiam
Misalkan : Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
7.Argumen untuk keuntungan seseorang
Misalkan : Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi itu mau jadi istrinya yang ke 10
8.Non Causa, Pro Causa
Misalkan : Orang sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sebagai penyebabnya.
Kesesatan retoris
1.Eufemisme/disfemisme
Pembangkana yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak disenangi maka disebut anggota pemberontak.
2.Penjelasan retorik
Dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan soal
3.Streotipe
Orang jawa penyabar, orang padang jago masak.
4.Innuendo
Saya tidak mengatakan makanan itu tidak enak , tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
5.Loading question
Apakah anda masih merokok?
6.Weaseler
Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan
7.Downplay
Jangan anggap serius omongannya karena dia hanya buruh bangunan
8.Lelucon/sindiran
9.Hiperbola
Memperbesar-besarkan. Contohnya : Rumahnya besar sekali seperti gunung.
10. Pengandaian bukti
11.Dilema semu
Tamu yang menolak kopi, langsung disungguhi kopi. Jangan menawarkan orang dengan 2 jenis saja , itu akan membuat orang menjadi dilema semu.
(Sumber: Power Point dosen kbk filsafat Materi ke-V)
Semoga berguna untuk kalian,sampai jumpa di post" selanjutnya. Salam Sejahtera!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar