Minggu, 28 September 2014

Tugas Dialog Interaktif Tubuh dan Jiwa

Hai customers, kembali saya iningin membagi tugas yang sudah kami kerjakan,ini tugas kelompok yaa.


Itulah tugas yang sudah kelompok Fantastic Four kerjakan. semoga berguna untuk kalian. Salam Jumpa.

Filsafat Hari ke-7

Badan dan Jiwa

satu kesatuan yangg membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.

Ada dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang:
1. Monisme
-aliran yg menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yangg terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia.

-Tiga bentuk aliran Monisme :
a. Materialisme
b. Teori Identitas
c. Idealisme

2. Dualisme
-Badan dan jiwa adalah dua elemen yg berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dalam pengertian dan objek.

-Ada empat cabang dalam Dualisme
a. Interaksionisme
b. Okkasionalisme
c. Parallelisme
d. Epifenomenalisme

Ada beberapa pandangan...
-Pandangan monisme bertentangan dengan hakekat manusia sesungguhnya. Plato berkata, badan dan
jiwa punya sifat yg berbeda. Badan sementara, jiwa abadi. Kelemahan materialisme= tdk bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal.
-Pandangan dualisme, khususnya paralelisme yg mengatakan badan jiwa dua hal yg terpisah,
tidak terkait, sulit diterima. Perbuatan baik muncul dr niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani sekaligus.

Badan manusia
Badan = elemen mendasar dlm membentuk pribadi manusia. Apa pengertian badan? Pandangan tradisional, badan=kumpulan berbagai entitas material yg membentuk makluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Pandangan ini tdk memberikan pandangan utuh ttg manusia. Badan hrs dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah
membicarakan diri (Gabriel Marcel).

Jiwa manusia
Badan manusia tdk memiliki apa-apa tanpa jiwa. Tidak ada keakuan bila dilepaskan dari jiwa. Dlm pandangan tradisional jiwa – makluk halus, tdk bs ditangkap indera. Konsep ini menempatkan jiwa di luar hakekat manusia. Ini ditolak. Jiwa harus dipahami sbg kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.
Tokoh :
James P Pratt: menunjuk ada empat kemampuan dasar jiwa manusia. Pertama, menghasilkan kualitas penginderaan. Kedua, Mampu menghasilkan makna yg berasal dr pengeinderaan khusus. Ketiga, mampu memberi tanggapan thdp hasil penginderaan. Empat, memberi tanggapan pd proses yg terjadi dlm pikiran demi kebaikan.
Agustinus: manusia hanya bs melakukan penilaian thdp tindakannya krn dorongan dr jiwa. Jiwa mendorong manusia utk melakukan hukum-hukum moral yg diketahui. Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dlm diri seseorg. Kemampuan jiwa menunjukkan bahwa kegiatan manusia bukan mekanistik.

SIMPULAN: Realitas manusiawi – realitas prinsipial terbentuk dr dua elemen, yaitu material dan spiritual. Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk eksitensi manusia. Jiwa tdk bs berfungsi baik kalau tdk ada badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.

(Sumber : Power Point dosen kbk filsafat pertemuan ke VII)


Filsafat Hari ke-6

Halo rakyat Indonesia,kembali lagi bersama saya. Semoga kalian tiada bosan untuk mengikuti terus materi yang saya bagi. saat ini ada tema baru yang amat seru. check it out!

Etika dan Moral


Etika
berasal dari kata Yunani, ETHOS = Watak. Sedangkan moral berasal dari kata latin : Mos (tunggal), moris (jamak) yang artinya kebiasaan.
-Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia.
-Obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Menurut Bertens : Etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos dalam bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat isthiadat, akhlak baik.
a.Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Disebut juga sebagai “sistem nilai” dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat. Misal: Etika orang Jawa.
b.Kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik, misal : Kode Etik Advokat Indonesia, Kode Etik Notaris Indonesia.
c.Ilmu tentang yang baik atau yang buruk. Artinya sama dengan filsafat moral.


Menurut Kamus besar bahasa Indonesia :
1.Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (Akhlak)
2.Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
3.Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat


Etika dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.ETIKA Perangai
Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula.
2.ETIKA Moral
Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia.


Arti Etika
a.Etika sebagai ilmu
Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
b.Etika sebagai kode etik
Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
c.Etika sebagai sistem nilai
Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.


Objek Material & Objek Formal Etika

1. Objek material adalah suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari. Objek material bisa bersifat konkret atau abstrak.
Objek material etika : tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas).


2. Objek formal = cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti/ ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.
Objek formal etika = kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut. (Perbuatan yang dilakukan secara tidak sadar atau tidak bebas, tidak dapat dikenakan penilaian bermoral atau tidak bermoral).


Berdasarkan kajian ilmu,etika dibagi 2,yaitu
a.Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
b.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dan lain-lain.

Apa sih gunanya kita belajar etika?
1.Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu
2.Sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.

Sistematika Etika

De Vos (1987)
Etika :
-Etika deskriptif
1.Sejarah kesusilaan
2.Fenomenologi kesusilaan
-Etika normatif

K.Bertens (1993)
Etika :
-Etika deskriptif
-Etika normatif
1.Etika umum
2.Etika khusus
-Metaetika

Frans Mangis-suseno (1991)
Etika :
-Etika umum
-Etika khusus
1.Etika individual
2.Etika sosial dibagi lagi :Sikap terhadap sesama
                                      Etika keluarga
3.Etika profesi : Biosmedis
                        Bisnis
                        Hukum
                        Ilmu Pengetahuan
                        Dll
4.Etika politik
5.Etika lingkungan hidup


Etika deskriptif
Dalam etika deskriptif, etika membahas apa yang dipandangnya. Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Etika deskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultur tertentu.

Fenomenologi Kesusilaan
Fenomenologi berasal dari kata Fenomenon dan logos , Fenomenologi artinya uraian atau percakapan tentang fenomenon atau sesuatu yang sedang menampakkan diri, atau sesuatu yang sedang menggejala. Ciri pokok fenomenologi adalah menghindarkan pemberian tanggapan mengenai kebenaran.

Etika Normatif
tidak lagi berbicara tentang gejala-gejala, tetapi tentang apa yang seharusnya dilakukan. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai dan sikap manusia ditentukan.Etika normatif memberikan penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma.itu tidak deskriptif, tetapi preskriptif (artinya memerintahkan); tidak melukiskan melainkan menentukan benar-tidaknya tingkah laku atau anggapan-anggapan moral.

Metaetika

Berasal dari bahasa Yunani yang artinya = Melebihi, Melampaui, Setelah, Di luar, tentang.
Metabahasa = bahasa yang dipakai dalam berbicara tentang bahasa. Istilah metabahasa diciptakan untuk menunjukkan bahwa yang dibahas bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan di bidang moralitas.
menunjukkan bahwa yang dibahas bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan di bidang moralitas.

-Etika Umum 
Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip dasar yang beraku bagi segenap tindakan manusia.

-Etika Khusus
membahas prinsip-prinsip moral dasar itu dalam hubungan dengan kewajiban manusia dalam pelbagai lingkup kehidupannya; atau, etika khusus menerapkan prinsip-prinsip dasar pada setiap bidang kehidupan manusia.


Kode Etik
Tujuan dari kode etik adalah :

-Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
-Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota
-Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
-Untuk meningkatkan mutu profesi
-Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi
-Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi
-Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat
-Menentukan baku standarnya sendiri


Aliran-aliran pemikiran dalam etika
Eudemonisme
Hedonisme
Egoisme
Utilitarianisme
Deontologisme
Etika Situasi


Bedanya etika dengan moral
Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos,” artinya adat kebiasaan, (jamaknya “ta etha”). Moral berasal dari bahasa Latin “mos,” artinya adat kebiasaan (jamaknya “mores”). Jadi, keduanya memiliki kesamaan arti. Hanya asal bahasanya yang berbeda.
Kalau dalam penggunaan sehari-hari ada perbedaan sedikit yaitu moral/moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai sedangkan etika digunakan untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada.

Amoral dan Imoral 
Menurut Poerwadarminta :
Tidak terdapat kata "amoral" maupun "imoral".

Menurut kamus besar bahasa indonesia, Amoral dijelaskan sebagai tidak bermoral atau tidak berakhlak tetapi tidak terdapat kata imoral.

Tetapi menurut Concise Oxford Dictionary
Amoral : Unconcerned with, out of the sphere of moral, non moral.
Imoral : Opposed to morality, Morally evil.

Beda Etika dan Etiket
Etiket menyangkut “cara” suatu perbuatan harus dilakukan. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan sedangkan etika memberi norma tentang “perbuatan itu sendiri”.
Etiket hanya berlaku dalam pergaulan sedangkan etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain.
Etiket bersifat relatif sedangkan etika jauh lebih bersifat absolut.
Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika menyangkut manusia dari segi dalam.

Beda Etika dengan Hukum 
Hukum lebih dikodifikasi daripada etika; etika tidak dikodifikasi.
Hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja; etika menyangkut juga sikap batin seseorang.
Sanksi yang berkaitan dengan hukum berlainan dengan sanksi yang berkaitan dengan etika (sanksi hukum bisa dipaksakan, etika tidak bisa dipaksakan).
Hukum didasarkan pada kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara; etika melebihi para individu dan masyarakat.
Jika hukum memberikan putusan hukumnya perbuatan, etika memberikan penilaian baik buruknya.
Jika hukum memberikan putusan hukumnya perbuatan, etika memberikan penilaian baik buruknya.

Beda Etika dengan Agama
Etika sebagai cabang filsafat bertitik tolak pada akal pikiran, bukan agama. Etika mendasarkan diri hanya pada argumentasi rasional. Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui Kitab Suci.


Filsafat Manusia

Apa itu Filsafat manusia?
Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia
Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia(origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia
Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.
Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Dulu filsafat manusia dia sebut Psikologi Filosofis, Psikologi Rasional
Kalau sekarang disebut Filsafat manusia, Antropologi Filosofis

apa perlunya kita mempelajari filsafat manusia?
Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari ?yang ada?
Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Sulitkah berfilsafat tentang manusia?
Ya, karena seolah tak berguna atau tak mungkin
Zaman sekarang banyak ilmu yang mengkaji manusia yang memperkaya dan memperdalam pengetahuan tentang manusia. Lalu, apa perlunya lagi filsafat manusia?
Karena belum cukup!
Para filsuf saling bertentangan mungkin mereka juga salah.
Karenanya, ingat tujuan filsafat diatas tadi
Pasti Masih perlu belajar berfilsafat manusia itu.
 Lalu pandangan dari filsuf-filsuf dapat diatasi dan diperdamaikan. Tokoh-tokohnya adalah :
-Plato 
-Aristoteles
-Merleau-Ponty
-Paul Ricoeur
-Martin Heidegger
-Soren Kierkegaard
-Emmanuel Levinas
-Gabriel Marcel
-Jacques Lacan
-Jacques Derrida

Jadi, relevanlah filsafat manusia itu, karena :
Dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya
Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik
Sebagai konsekuensi no.2 di atas, filsafat manusia mengantar manusia semakin bertanggung jawab terhadap dirinya dan sesama. Misalnya kata Karl Marx, Erich Fromm dan E. Levinas
Metode Filsafat manusia yaitu : Refleksi, analisa transendental, sintesa, ekstensif, intensif, dan kritis

Objek filsafat manusia, ada objek formal dan material
-Objek Formal : Manusia
-Objek Materia; : Esensi manusia, strukturnya yang fundamental

Kata A. Heschel tentang filsafat manusia dalam "Who is man?" di Stanford University Press, 1965
-Filsafat mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentangmanusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu?

Kata Max Scheler dan Heidegger
-Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya.

Asalnya datang pertanyaan tentang Manusia 
a.Kekaguman
b.Ketakjuban
c.Frustrasi
d.Delusi
e.Pengalaman negatif

apa yang akan di bahas dalam filsafat manusia 
-Mencari kekhasan manusia
-Manusia sebagai mana ada-di-dunia?
-Evolusi
-Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
-Manusia sebagai eksistensi bertubuh
-Transendensi
-Manusia sebagai roh
-Pengetahuan manusia
-Kebebasan
-Kesejarahan/historisitas
-kebudayaan, sains dan teknologi
-Dimensi antropologis dari pekerjaan
-Manusia sebagai pribadi/persona
-Kematian dan harapan

(Sumber : Power Point dosen kbk filsafat pertemuan ke VI) 

itu lah materi yang dapat saya bagi pada kesempatan kali ini. semoga berguna,rakyat. sampai jumpa

Filsafat Hari ke-5

Halo kalian,barisan berbagai zaman. setelah berapa lama beristirahat,akhirnya kini saya kembali berbagi materi filsafat. saya mempelajarinya dan ini lah selengkapnya!

Silogisme

Suatu simpulan dimana dari dua putusan disimpulkan suatu simpulan baru.Prinsip dari silogisme adalah bila premis benar, maka simpulannya benar.

Lalu silogisme dibagi menjadi dua macam, yaitu :

1.Silogisme kategoris
Artinya : Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
Contohnya :
P-Q
Q-R
jadi , P-R.
Perbuatan terlarang itu dosa
berzinah adalah perbuatan terkarang
Maka , berzinah itu dosa.

-Silogisme Kategoris tunggal : mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S,P,M.
Bentuk-bentuk dari silogisme kategoris tunggal :
a. M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. Aturan : premis minor harus sebagai pengasan, sedang premis mayor bersifat umum.
Contohnya :
Setiap individu pernah makan (mayor)
Andi adalah individu (minor)
Maka , Andi pernah makan (simpulan)

b. M jadi P dalam premis mayor dan minor. Aturan : Salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum
Contohnya :
Semua serigala punya taring (mayor)
Domba tidak punya taring (minor)
Makan , serigala bukan domba (simpulan)

c. M Menjadi S dalam premis mayor dan minor. Aturan: premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular.
Contohnya :
Semua orang butuh makan (mayor)
Ada orang yang kurang mampu (minor)
Makan , sebagian orang yang kurang mampu butuh makan (simpulan)

d. M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. Aturan : premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat partikular.
Contohnya :
Futsal adalah aktivitas olahraga (mayor)
Semua olahraga mengandung resiko (minor)
Maka , sebagian yang mengandung resiko adalah futsal (simpulan)

-Silogisme Kategoris majemuk : bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
Jenis-jenis dari silogisme kategoris majemuk :
1.Epicherema
Silogisme yang salah satu/kedua premisnya disertai alasan.
Contohnya :
Semua emas adalah mahal, karena sukar pembuatannya dan pencariannya
emas 24 karat adalah emas yang baik, karena sukar untuk membuatnya.
Jadi, emas 24 karat adalah emas mahal.

2.Enthymema
Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. Salah satu premis/simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yang disingkat.
Contohnya :
(Versi singkat) Jiwa manusia adalah rohani. Jadi, tidak akan mati .
(Versi lengkap)
Yang rohani itu tidak akan dapat mati.
Jiwa manusia adalah rohani
Maka, jiwa manusia tidak akan dapat mati.

3.Polisilogisme
Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme lainnya.
Contohnya :
Seseorang yang menginginkan lebih dari yang dimiliki, merasa tidak puas.
Seorang yang rakus adalah seseorang yang menginginkan lebih dari yang dimiliki.
Jadi, seorang yang rakus merasa tidak puas
Seorang yang kikir merasa tidak puas. Budi adalah seorang yang kikir. Maka, Budi merasa tidak puas.

4.Sorites
Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
Contohnya :
Orang yang jago dalam olahraga, adalah orang yang rajin dalam latihan berolahraga.
Seorang yang rajin dalam latihan berolahraga , adalah seorang atlet.
Seorang atlet ,dapat mengharumkan nama bangsanya. Jadi, Orang yang jago dalam olahraga, dapat mengharumkan nama bangsanya.



FALLACIA

Adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.

Klasifikasi kesesatan dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Kesesatan Formal
Pelanggaran terhadap kaidah logika.
Contohnya :
Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berawajah seram. Maka , semua pengamen adalah pendong.

2. Kesesatan Informal
Menyangkut kesesatan dalam bahasa. Misalkan kesesatan Diksi
Contohnya :
1.Menempatkan kata depan yang keliru
Kepada para hadirin sekalian , di persilahkan untuk maju kedepan.
Seharusnya kepadanya di hilangkan saja.

2.Mengacau posisi subjek atau predikat
Karena tidak mengerjakan PR, guru memarahi anak itu.
Seharusnya Karena anak itu tidak mengerjakan PR, guru memarahinya.

3.Ungkapan yang keliru
Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.
Seharusnya Minggu yang lalu , polisi berhasil meringkus pencuri kawakan itu.

4.Amfiboli(Sesat karena struktur kalimat bercabang)
Anto anak bu Lasma yang hilang ingatan itu kabur dari rumah.

5.Kesesatan aksen/prodi (sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan)
Misalkan ada aturan 'anda dilarang ganggu istri tetangga'. Nah pak budi bukan tetangga anda. Maka anda boleh mengganggu istrinya.

6.Kesesatan bentuk pembicaraan , sesat karena orang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain
Misalkan bersepeda artinya memakai sepeda , berpakaian artinya memakai pakaian , maka beristeri artinya memakai isteri.

7.Kesesatan aksiden yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki.
Misalkan sawo matang adalah warna . Orang Indonesia itu sawo matang . Maka, orang Indonesia adalah warna.

8.Kesesatan karena alasan yang salah : konklusi di tarik dari premis yang tak relevan.


Kesesatan presumsi

1. Generalisasi tergesa-gesa
Misalkan : Orang batak suaranya besar

2.Non Sequitur (belum tentu)
Misalkan : Memang beberapa hari lalu saya tidak lulus karena saya berdebat dengan dosen.

3.Analogi palsu
Misalkan : Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan peliharaan bahagia dengan membelai kepalanya dan memberi banyak makanan.

4.Penalaran melingkar(Petito principii)
Misalkan : Manusia selamat karena diselamatkan , ia diselamatkan karena ia selamat

5.Deduksi cacat
Misalkan : Barangsiapa suka memberikan sumbangan, maka dia pasti orang baik. Anto pasti orang baik.

6.Pikiran simplitis
Misalkan : Karena ia tidak beragama, maka pasti dia tidak bermoral.

Menghindari persoalan

1.Argumentum ad hominem
Misalkan : Jangan percaya apa yang dia katakan , karena dia mantan psk.

2.Argumentum ad populum
Misalkan : Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka partai Nasdem adalah partai masa depan kita

3.Argumentum ad misericordiam
Misalkan : Seorang terdakwa meminta keringanan hukuman karena mengaku punya banyak tanggungan

4.Argumentum ad baculum
Misalkan : Karena berbeda pendapat, suka meneror orang lain.

5.Argumentum ad auctoritatem
Misalkan : Mengutip pendepat Freud mengenai psikoanalisa

6.Argumentum ad ignorantiam
Misalkan : Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.

7.Argumen untuk keuntungan seseorang
Misalkan : Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi itu mau jadi istrinya yang ke 10

8.Non Causa, Pro Causa
Misalkan : Orang sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sebagai penyebabnya.

Kesesatan retoris 

1.Eufemisme/disfemisme
Pembangkana yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak disenangi maka disebut anggota pemberontak.

2.Penjelasan retorik
Dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan soal

3.Streotipe
Orang jawa penyabar, orang padang jago masak.

4.Innuendo
Saya tidak mengatakan makanan itu tidak enak , tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.

5.Loading question
Apakah anda masih merokok?

6.Weaseler
Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan

7.Downplay
Jangan anggap serius omongannya karena dia hanya buruh bangunan

8.Lelucon/sindiran

9.Hiperbola
Memperbesar-besarkan. Contohnya : Rumahnya besar sekali seperti gunung.

10. Pengandaian bukti

11.Dilema semu
Tamu yang menolak kopi, langsung disungguhi kopi. Jangan menawarkan orang dengan 2 jenis saja , itu akan membuat orang menjadi dilema semu.



(Sumber: Power Point dosen kbk filsafat Materi ke-V)

Semoga berguna untuk kalian,sampai jumpa di post" selanjutnya. Salam Sejahtera!